Mudik, Perjuangan Besar Setelah Puasa Ramadhan
Pada suatu masa lebaran, sekeluarga kami pernah berjuang amat keras mencari tumpangan untuk sekedar pulang berkunjung ke orang tua. Adalah Sri Lestari dan Harapan jaya duo penguasa jalanan jalur Surabaya Kediri, dengan pilihan bus biasa atau bayar 1.5 kali lipat dari harganya untuk mendapat bis Patas, cepat Terbatas. Masing - masing punya jam tertentu untuk bisa parkir ditempat kedatangan di terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, dengan waktu tunggu hanya 3 menitan. . Setelah puluhan kali lebaran, situasinya nyaris tak pernah sama. Pagi itu, pukul 4.30, dengan pertimbangan pemudik lain masih terlelap setelah makan sahur, kami sudah berada di terminal purabaya. Meski petang masih rapat, kami hanya bisa masuk sejauh 500 meter dari penurunan penumpang. . Secara teori, penumpang yang turun haruslah diprioritaskan. Lalu bis bergeser ke tempat transit untuk laporan, pembersihan, pengecekan laik jalan, dan kemudian siap di tempat kedatangan. . Saat i...