Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Kekerasan berawal dari ujung jari

Gambar
ilustrasi Perubahan dari homo digitalis  menjadi homo brutalis, sebagaimana disitir oleh F. Budi Hardiman hanya dalam waktu sepersekian detik, rupanya menjadi sebuah kenyataan. Menurutnya, perilaku agresif masyarakat yang sebelumnyanya hanya berada di dunia maya dalam wujud saling ejek, sebuah perbuatan yang nyaris tanpa melalui pemikiran mendalam, bisa menjadi perilaku yang saling melukai secara fisik di.dunia nyata. Dan itu semua hanya sekali "klik". Tawuran pelajar SMA seperi dilansir Liputan6.com beberapa hari lalu  bermula dari saling sindir di medsos, dimana para  pelajar dari sekolah itu mencoba saling "mengkonfirmasi" hingga berakhir adu jotos jamaah. Masih lekat pula dalam ingatan saat pelajar SMK Ikut-ikutan demo jelang pilpres beberapa tahun lalu. Saat itu, lewat pesan berantai, terjadi komunikasi yang disertai koordinasi medan mana saja yang akan dijadikan medan tempur. Lewat cara yang sama, penulis memperoleh informasi akan adanya "peny...

Madumu

indah meski sekejap Mengoyak raga  Bertaut Menuju maut Nafas memburu Saat kau mintakan jawab Maukah kau kumadu ? Tak ada luka yang terasa merepih hati Menjadi sedih yang pedih Kau tikam aku Bukan dengan kata Tapi dengan rayumu Terkubur Aku melayu Dalam hujatku padamu

Membangun Karakter Melalui Hal-Hal Sederhana

Karakter baik memang harus, sekali lagi, harus, dibangun. Ia bukanlah hasil jadi sebuah proses yang secara otomatis melekat manakala dilakukan. Bahkan Profesor Lickona menyebutnya bahwa pembentukan karakter itu adalah proses sepanjang hayat. Dilatih, dibiasakan dan ada keteladanan. . Dalam menghasilkan karakter yang baik, sering pendidikan dianggap sebagai garda terdepan. Barangkali, konseptual memang betul, tapi pendidikan hanya bagian kecil saja dari sebuah proses.  Seseorang berpendidikan tinggi, atau berkecimpung dalam aktifitas pembentukan karakter belum tentu berkarekter baik. Apalagi awam yang hanya mengenal sekolah sebagai tempat belajar, bukan tempat untuk merubah perilaku. . Adalah Maulana, saya memanggilnya Lana, anak kelas  beberapa tahun lalu. Sebagai seorang piatu, dengan ayah yang tak pernah menghidupinya,  tinggal bersama neneknya yang berjualan ngemper di pasar Pegirian. Kehidupan yang sulit tak lantas memotivasi agar hidupnya membaik. Perilaku buruk pada...

Malam 1 Suro

Dulu,  1 suro adalah saat penantian agar disahkan menjadi warga sebuah perguruan.  Berbekal kain mori, ayam jago dan beberapa ubo rampe penuh makna menemani fisik yang ditempa semalam suntuk. Pada akhirnya, hasil berlatih 2,5 tahun akan tertambat menuju tingkat baru yang disebut Warga. Terbayang betapa gagahnya   bersabuk mori putih, sebuah tanda padanya kalau telah layak menjadi guru karena segala rupa jurus  telah selesai ditakwilkan.  . Kala itu bapak berkata, " kowe nerus melu silat opo kuliah ? Bapak ora sanggup yen di gawe mbayari loro - lorone."  Seketika itu pula meredup gambaran pemuda gagah bersabuk mori. Ia lebih memilih kuliah.  Pikirnya, toh kapanpun sabuk mori itu bisa diraih.  Tak tega rasanya melihat bapak yang tak kuasa melarang menjemput keinginan menjadi guru silat. Bapak lebih menginginkanya menjadi seorang cendekia, bukan tukang gelut semata sebab bagi bapak jauh lebih jantan melihat anaknya bertarung menggapai cita2.

BELAJAR KERJA

Gambar
Belajar Kerja Sehari setelah Praktek Kerja, si bontot, langsung ngedumel. "Masak lo Pa, habis ngeplong banner 3, langsung ditambah 14, tebel - tebel lagi". "Udah gitu, ditinggal sama partnerku 2 jam ke Ramayana ambil uang". Omelnya. Ia merasa lelah, karena di umurnya menjelang 17 tahun ini harus bekerja sekeras itu. . Serumah kami senyum-senyum mendengar omelannya. "Udah gitu gak boleh Hapean, istirahat e lo cuman 20 menit".  . Sungguh dalam hati saya merasa teriris mendengar keluh kesahnya. Dalam kesehariannya, ia nyaris tak terlalu jauh beranjak dari tempat tidur dan ruang makan. Maka saat diberikan tugas praktek kerja selama 4 bulan ke depan, ada ragu yang mengganggu. Akankah ia bisa menyelesaikan ? . Pendidikan akademis yang dipilihnya mensyaratkan kewajiban untuk belajar bekerja, vokasi memang berorientasi kerja setelah lulus sekolah.  . Meski tak tega, kami berikan motivasi kepadanya. Betapa ia sangat beruntung bisa belajar kerja seperti ...

DETIK - DETIK MENGHILANGNYA TEKNOLOGI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Teknologi yang seharusnya memudahkan dalam pembelajaran, pelan2 kini mulai ditnggalkan. Pembelajaran dilakukan secara klasik dengan sintaks yang sama. Siswa diminta membuka halaman sekian, lalu beliau memberikan penjelasan hal yang sama terhadap materi tersebut. Terkadang bahkan juga dibacakan.  Masalah yang dihadapi sebenarnya sederhana. Dimulai dengan konektor vga yang patah salah satu kakinya, jaringan wifi yang tak sampai kelas, atau kadang kala laptop yang mendadak update Tapi benarkah menghilang ?  baca selengkapnya Terima kasih telah berkunjung

Merangkum Jaman Now

Gambar
  Aplikasi yang ada pada setiap siswa pelan - pelan memang harus ditata, karena Kebebasan membawa gawai tak lantas membebaskannya digunakan untuk apapun. Aplikasi yang ada  seyogyanya berupa aplikasi yang dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa. . Pemanfaatan aplikasi pembelajaran tentu harus   dipilih yang memudahkan dan menyenangkan siswa. Dan tentu saja mampu mendorong kreativitas siswa. . Pembelajaran IPS kelas 8 dengan materi bentuk kerja sama negara - negara ASEAN akan sangat menarik siswa karena dalam materi tersebut mereka akan disuguhi informasi tentang pilar - pilar yang membuat negara di kawasan ini harus menggabungkan diri. Pilar itu dikenal dengan nama 3 pilar ASEAN. Informasi yang diberikan dalam buku paket IPS terbitan Kemendikbud lebih menekankan narasi - narasi dalam bentuk paragraf. . Paragraf tersebut tidak secara gamblang menunjukkan poin utama ide pokoknya. Mirip - mirip membaca novel begitu. Maka perlu diberikan treatment tertent...

empati-itu-dipraktekkan-bukan-sekedar-di-rppkan

Gambar
98 % Manusia terlahir dengan potensi empati. Tinggal bagaimana potensi itu diperkuat sesuai dengan tingkat kematangan usia.  Sebagai laboratorium kehidupan, sekolah dapat membangun empati dengan cara amat mudah, tanpa harus menunggu RPP jadi. Bagaiamana caranya ? Simak artikel berikut  Terima kasih sudah berkunjung. baca selengkapnya

masa-depan-indonesia-dalam-genggaman-digitalisasi-ekonomi-pasca-pandemi-covid-19

Benarkah ramalan Ronggowarsito menuju pasar ilang grumendenge, sebagai tanda akhir zaman menuju kebenaranya ? Ekonomi Digital tampaknya menjadi saksi atasnya. Ekonomi Digital di Indonesia memang luar biasa. Barangkali hanya tertinggal beli rokok ketengan saja yang belum bisa dilakukan secara digital.  Simak catatan saya dalam artikel berikut baca selengkapnya

Pandemi dan "Moro - moro...."

  Pandemi 2 tahun ternyata membawa dampak. Bukan saja nyawa yang melayang, tapi  juga waktu   yang  turut menghilang. . Saat di karantina di semua level PPKM, nyaris hubungan fisik terputus. Hanya suara dan wajah saja yang sering tampak. Energi kangen kepada sanak keluarga yang begitu hebat saat itu langsung menguar begitu saja. . Pandemi membuat waktu terasa singkat. Saya bahkan kehilangan orientasi  saat melintasi masa lalu yang sekarang menjadi masa kini itu. "nDisik ngono sak iki malih ngene". "Loh, kok wes semene gedene ? Kapan cilik e ? Kok ilang, nang ndi mau bangunan e ? . Padahal cuman 2.5 tahun pandemi nyambangi. Namun kehilangannya begitu nyata. . Bak po telo yang dulu berdiri gagah, berhadapan dengan saudaranya republik telo, kini tinggal bangunan megahnya saja. Pintu masuknyapun terhalang bambu - bambu, terlarang untuk dilewati. . Pasca pandemi, kebutuhan Untuk berkumpul menjadi tak terkendali lagi. Meski berbalut masker, acara kondangan, mante...

17 Agustus dan momen pelestarian olah raga tradisional

Gambar
Lomba klompen. Jenis Lomba yang sering muncul di momen Tujuh belasan. Lomba yang memerlukan kerja sama tinggi agar ritme langkahnya sama. Sedikit saja kesalahan akan berakibat seluruh kelompok terhenti dan barangkali terjungkal. . Lomba - lomba itu jelas memerlukan fisik yang baik, keseimbangan, fokus, dan tentu saja keceriaan yang luar biasa. Bagi yang tak biasa, nyunggi tampah diatas kepala pastilah rumit. Tanpa bantuan tatakan, tampah itu akan sulit menemukan kesimbangannya. Belum lagi momen inersia yang muncul kala kecepatan lari penyungginya tak diikuti  gerak sang tempeh. . Meski ada yang mirip - mirip, klaim bahwa balap karung adalah balap paling berbahaya diantara berjenis balapan yang melibatkan manusia dan benda, bisa dimaklumi. Lomba ini dahulu dilakukan di tanah yang cukup landai dengan para peserta yang edan-edananan menggeber kecepatan larinya. Tanpa NOS atau turbo, daya lesatnya tak tertandingi Lompat, lari, bergulingan.. . Tentang keseimbangan, lomba tra...

PENEGAKAN DISIPLIN MENUJU SEKOLAH RAMAH ANAK

Gambar
Perintah yang jelas dan spesifik serta mudah dimengerti juga merupakan contoh pelaksanaan disiplin. Sederhananya, perintah yang dituangkan dalam setiap aturan dan tata tertib tertulis berlaku bagi semuanya. Jika saat istirahat telah usai, maka siswa harus segera masuk kelas, yang kemudian segera disusul gurunya. Demikian pula bagi Gurunya, ia harus segera ke kelas, bukan malah melakukan kegiatan lain, yang sebetulnya bisa dilakukan saat istirahat tadi. Larangan terlambat masuk sekolah, berlaku juga untuk gurunya Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "PENEGAKAN DISIPLIN MENUJU SEKOLAH RAMAH ANAK", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/yudihermawanto/630841e308a8b56082427042/penegakan-disiplin-menuju-sekolah-ramah-anak?page=all#section1 Kreator: Yudi Hermawanto baca selengkapnya Terima kasih telah berkunjung

IPS YANG MENGASYIKKAN DAN GIMANA GITU

Pengalaman pertama full ngajar 4 jam dalam 1 kls yg sama, benar2 menantang, dan membosankan. Sebagai pelajaran multi disiplin, cakupan IPS begitu luas. Tantangannya jelas. Bagaimana membagi materi secara tepat berdasarkan waktunya. Namun yg lebih penting, siswa dapat apa dari pelajaran yg mereka peroleh hari itu. lihat disini

Obat Keras Penyambung Nyawa

Sungguh, sebuah kejadian tragis dalam hidup telah menimpa Gus Nur. Ia tahu sebagai penglaju harus pandai - pandai berhitung masalah gaji.  Jelas jumlahnya tak cukup untuk hidup secara berlebih. Apalagi sudah 2 bulan terakhir begitu banyak potongan yang harus dibayarkan. Beras yang dibawakan oleh orang tua dari desa kini seringkali hanya bisa bersanding dengan kuah bakso, yang dibelinya tiap pulang ke kosan, ditambah kerupuk  dari Yuk Sri. Ia tak butuh makanan bergizi tinggi yang sebetulnya sangat dibutuhkan tubuhnya yang ringkih. Sering, demi menahan lapar, Gus Nur menidurkan dirinya. Kali ini di pojok gudang tempatnya tidur ia  termangu - mangu. HP, alat kerja utamanya selama ini sedang rusak. Harga perbaikan yang ia cari di internet hampir seperempat gajinya. Ingin sekali dibawanya ke tukang servis namun masih ada waktu 2 pekan lagi sebelum gajian tiba. Dibukanya dompet lusuh yang kini  setipis kertas itu. Dikeluarkan dan dihitungnya perlahan. "Tak cukup". Batinnya...

LELAKI TANGGUH

Gambar
Ia salah satu lelaki tangguh yang pernah saya kenal. Tipe - tipe pejuang yang tak kenal menyerah meski nyawa harus melayang. Jarak yang ia tempuh untuk menjaga agar nasi dalam tanakan di rumah tetap mengebul  tak  mudah untuk ditiru. . Bertaruh nyawa baginya bukanlah sekedar basa - basa romantisme belaka. Sadar, ketika mata terlelap sejenak dalam aspal yang panas, maka itulah saat terakhir membuka mata. Maka tentu dibutuhkan penyemangat juang yang luar biasa. Ialah 4 nafas tertanggung di dirinya, yang aku yakin seyakinnya,  yang mampu membuatnya setangguh itu.  . Kemampuan menata hati dan pikiran semakin lama semakin teruji. Dalam kejernihan berpikirnya, ia mampu menjadi pembelajar yang ahli. Baginya,  hal baru bukanlah ancaman. Karena dalam kekurangannya ia tak lelah untuk mengasah inderanya Selain guru, ia juga kuli, pedagang minyak, penulis, dan juga ayah yang sangat menyayangi ketiga mata hidupnya. Sungguh sebuah kehormatan, bisa berguru dengan orang seperti...

Kalau bisa memutar waktu kembali, hal apa yang ingin kau lakukan untuk anak - anak ?

Jika memang ada waktu itu, katamu,  aku hanya ingin mengantar dan menjemput anak-anakku pulang.  Aku ingin bangun lebih dini lagi buat mereka.  Memasak dan merebus air mandi untuk mereka.  Menyiapkan mereka susu, dan bekal makan siangnya. Saat sore, aku ingin lihat ia bermain bola. Saling berebut dan melerainya.  Aku siapkan obat merah untuk lututnya jika ia terjatuh dari sepeda mininya Aku hanya ingin ingatanku tentang mereka tak pudar.  Mereka tetap anak anak kecil yang tak akan pernah menua  dalam ingatanku. Jika aku berpulang, aku hanya ingin mereka mengenangku sebagai ibu, eyang, mbah ti, yang air matanya selalu mengalir deras saat mereka kesakitan, namun aku tak bisa apa2.