Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

ANAK - ANAK ASUHAN MEDSOS

Gambar
ilustrasi dokumen pribadi Sebuah vidio penganiayaan siswa SMP ber helm menjadi sorotan publik hari ini. Demi konten, anak - anak itu membuat adegan penganiayaan. Mereka merundung sebayanya yang tak saja melukai harga diri, tetapi juga fisiknya, lalu mengunggahnya dengan penuh kebanggaan ke akun - akun media sosial hanya sekedar mencari follower. Juga tentang persaingan antar perguruan silat. Awalnya dimulai dengan saling olok di media sosial pribadi. Dari perang kata - kata, menjadi pertarungan bersenjata, yang membuktikan bahwai fanatisme dapat dengan mudah dimobilisasi menjadi bentrokan hanya dengan sentuhan lembut - send/kirim. Kasus terbaru ketika beberapa orang siswa berseragam pramuka melakukan perundungan kepada seorang nenek - nenek tua di Sumatra. Pengambil gambar, sebagai bagian dari pelaku, tanpa risih mengunggahnya di media sosial. Sebagai orang yang terlibat banyak di dunia pelajar, banyak ditemukan siswa yang mengalami FOMO, Fear Out Missing Of, perasaan takut tertinggal...

Keras atau Tegas Dalam Pendidikan Karakter ?

Gambar
           " Pendidikan Karakter Yang dilakukan dengan Benar akan                                    meningkatkan prestasi akademis Siswa" freepik Menjelang jam istirahat usai, 5 siswa memasuki ruang musala sekolah. Mereka berteriak - teriak dan bermain - main sebelum sholat dimulai. Bahkan, salah seorang diantara mereka mencoba menyalakan microphone untuk kegiatan permainan mereka. Tak lepas tawa senda gurau mereka nyaris tak mengenal adab saat berada di tempat suci. Mereka saya ajak untuk sholat berjamaah. Sebelum sholat dimulai saya ingatkan bahwa ini adalah saat yang fokus, tak boleh main - main. Namun peringatan itu tak mereka hiraukan. Sejak takbiratul ihram, tak sedetik pun mereka lepas dari bercanda. Sedih. Betapa sholat menjadi hal yang sangat biasa dan tak terlalu penting. Kentara sekali perilaku saat sholat tidak terbentuk di rumah masing...

Bapakku ( bukan ) Pejuang

Ya, aku tahu pasti. Bapak memang tak pernah mengokang senjata. Ia hanya pernah  menjadi sukarelawan saat konfrontasi dengan Malaysia kala itu. Dijanjikan kepadanya, barang siapa ikut berjuang, maka pada saatnya kelak ia akan direkrut dalam sebuah angkatan perang. . Jadilah bapak berangkat meninggalkan ayah bunda dan adik-adiknya. Kesempatan emas yang pantang untuk disia-siakannya. . Borneo, tujuan utama bapak bersama serdadu lainnya. Dalama misinya, ia tak tahu harus berbuat apa. Bapak hanya meyakini kebenaran suara dari si Bung. Bahwa ia memang terpilih menjadi relawan itu. . Dan memang tak mudah. Perjuangan sesungguhnya yang ia lakukan adalah  melawan  lelah,   lapar, serta menjaga harapan agar  tak padam. . Namun perang tak kunjung datang. Kontrakpun telah sampai batas waktu. Bapak tak tahu harus bagaimana. Lantas ada tawaran dari para penguasa. Jadilah polisi atau guru,  katanya. Tentara tampaknya bukan takdirnya dan pilihanpun jatuh menjadi guru. ...

BLOOD MOON

Gambar
Blood Moon Luigi hanya terdiam memandang Blood Moon. Fenomena bulan yang menghilang karena gerhana lalu muncul dengan warna merah membara. Baginya keindahan itu adalah anugrah. Sekaligus kutukan. Rambutnya yang  memanjang menutupi wajahnya yang tampan. Rahangnya mengeras. Lengan bertonjolan daging  menegaskan kekerasan yang dilakukannya selama ini. Diusianya yang masih amat muda di sukunya, 200 tahun, ia memang pantas menjadi Alfa. Pemimpin klan werewolf yang sangat rahasia dan berbahaya. Kekuasaan mutlak yang ia perebutkan dengan membunuh   pemimpin klan sebelumnya melalui pertarungan brutal dan mematikan. Blood moon kali ini mengingatkannya pada perkelahian hidup mati dengan Iblis itu.  Tangan berlumuran darah itu mencengkeram leher,  senyum  buasnya melebar, siap melumat. Luigi tak ingat jelas rupa mahluk itu. Kedua bola matanya remuk terkena pukulan. Dalam liar tangannya menggapai - gapai. Sebuah benda ia temukan dan sekuatnya  ...