Postingan

Hilal Dan Halal

Gambar
Berbeda, karena informasi yang diterima  dan juga pemrosesannya, seharusnya sudah dipahami. Meski itu rahmat, perbedaan yang terlalu ekstrim apalagi di ranah-ranah keagamaan pasti membawa pengaruh yang luas. Fanatisme terhadap dogma keagamaan menjadi sebuah ancaman.  Agama seharusnya menyatukan, bukan memisahkan, minimal sisi kemanusiaannya.  Nyata-nyata dibutuhkan kemampuan literasi yang kuat untuk membaca dan menulis kembali ide - ide yang berbeda dengan orang lain.  Argumen yang dalam dan komunikasi yang baik dalam menyampaikannya akan membuat "lawan" yang berbeda itu  memahami, dan kelak, akan mengikuti. Ada syarat dalam penyampaian hal diatas. Ia wajib berilmu pada hal yang dibedakan itu, sebagai pondasi untuk membangun pendapat. Kuat dan juga terbuka terhadap kemungkinan perubahan apabila di kemudian hari pendapatnya terbantah.  Meski ada korelasi  antara kemampuan berkomunikasi dengan tingkat pendidikan seseorang, masih saja ditemuka...

Mudik, Perjuangan Besar Setelah Puasa Ramadhan

Gambar
Pada suatu masa lebaran, sekeluarga kami pernah  berjuang amat keras mencari tumpangan untuk sekedar pulang berkunjung ke orang tua.  Adalah Sri Lestari dan Harapan jaya duo penguasa jalanan jalur Surabaya Kediri, dengan pilihan bus biasa atau bayar 1.5 kali lipat dari harganya untuk  mendapat bis Patas, cepat Terbatas. Masing - masing punya jam tertentu untuk bisa parkir ditempat kedatangan di terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, dengan waktu tunggu hanya 3 menitan. . Setelah puluhan kali  lebaran, situasinya nyaris tak pernah sama. Pagi itu, pukul 4.30, dengan pertimbangan pemudik lain masih terlelap setelah makan sahur, kami sudah berada di terminal purabaya. Meski  petang masih rapat, kami hanya bisa masuk sejauh 500 meter dari penurunan penumpang. . Secara teori, penumpang yang turun haruslah diprioritaskan. Lalu bis bergeser ke tempat transit untuk laporan, pembersihan, pengecekan laik jalan, dan kemudian siap di tempat kedatangan. . Saat i...

Menjaga Hati dari Baper Saat Melihat RDP DPR RI

Gambar
              sumber you tube  Melihat tayangan langsung Rapat Dengar Pendapat DPR RI   Rabu, 28-3-2023 ,  tak ada yang lebih ditunggu bicaranya selain trio Arteria Dahlan, Benny K Harman, Asrul Sani, sebagai  villain, dan Mahfud MD yang dianggap Hero. Sementara yang lainnya dalam ruang Sidang Komisi 3 itu sebagai pemeran pembantu. Kedatangan "the Professor", seolah bintang film yang berjalan di atas karpet yang dihiasi kerlip lampu blitz. Gesturnya tenang, percaya diri dalam stelan jas berdasi, dan berganti batik saat sidang selepas Magrib. Ia pun bahkan dibukakan pintu saat masuk ruang sidang. Setidaknya ada 2 hal yang bisa di"pelajari" dalam ruang sidang anggota dewan yang terhormat itu selain substansi materi. Pertama , ruang sidang adalah panggung  dengan penonton yang luar biasa besar. Lewat stasiun TV Parlemen yang di stream oleh stasiun - stasiun televisi besar, lalu di distribusikan kembali oleh b...

PR ? Serahkan saja Sama AI nya

Gambar
Pemberian PR oleh guru hingga saat ini masih kontroversial. Apalagi jika PR diberikan dengan dalih untuk memberikan penguatan dan pengayaan materi, yang tidak bisa tersampaikan pada saat jam pembelajaran. Disisi lain, PR tambahan itu dipastikan membawa beban siswa dari sekolah berpindah ke rumah. Bahkan,  PR juga berarti tambahan pekerjaan orang tua untuk menjelaskan materi yang dimaksud. Sesuatu yang kebanyakan orang tua teramat sulit untuk melaksanakan, karena tak ada latar belakang keilmuannya. Karena kesulitan itulah, sebagian diantara mereka harus mendatangkan guru atau mengikuti kursus agar materi yang diperoleh siswa dapat dipahami. Secara natif dan kultur, di masa lalu, memberikan PR atau Tugas diluar kelas adalah bagian dari proses belajar. Ada waktu yang membatasi guru dalam mentransformasikan pengetahuan yang dimilikinya kepada siswa. Kegagalan siswa dalam memahami makna suatu materi, melalui serangkaian tes, adalah kegagalannya dalam mengajar. Hingga harus dipastikan, b...

Versi Baru Pertarungan Robot Melawan Manusia

Gambar
Film ini muncul di tengah perdebatan tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI). Jauh sebelum itu dimulailah perjuangan manusia melawan robot cerdas yang dimanipulasi secara genetik. Film West World (1973) direkam, yaitu tentang robot yang menghidupkan penciptanya. Dalam kasus ekstrem, film seri remake 2016 ini bercerita tentang realitas manusia yang sebenarnya, yang sebenarnya dianggap oleh mesin sebagai realitas buatan. Pada awalnya, perusahaan film besar Amerika gencar memproduksi model ini, bukan hanya karena biaya produksi, tetapi juga karena teknologi yang tersedia masih dikuasai Hollywood. Beberapa film terkenal dengan tema kecerdasan buatan antara lain "Blade Runner" (1982), "The Terminator" (198 ), "The Matrix" (1999), "Ex Machina" (201 ) dan "Her" (2013). Semua film ini mengeksplorasi berbagai aspek AI, seperti kemampuan AI untuk memahami emosi dan interaksi manusia, serta potensi konflik antara manusia dan mesin cerdas. Fi...

Belajarnya 2 Hati

Gambar
Setelah diguyur hujan lebat 1 jam, pengurus RW 5 Kapasan berhasil menghadirkan 16 anak untuk mengikuti kegiatan Sinau Bareng yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Ketua RW bersama jajaran kelurahan mempersiapkan lokasi kegiatan itu di Balai RW. 3 orang mahasiswa penerima bea siswa Pemkot dan 2 orang guru siap menjadi tutor malam itu. Siswa yang dihadikan beragam kelasnya. Mayoritas siswa adalah mereka yang bersekolah dilokasi di sekitar balai RW.  Bukan tanpa sebab mengapa memilih balai RW untuk kegiatan,  Pemerintah Kota Surabaya berharap ada nilai lebih yang diperoleh dari penggunaan balai RW selain untuk lokasi TPS saat pemilu, atau disewa untuk PAUD.  Meski telah disiapkan materi sesuai tingkatan kelas, para tutor yang terdiri dari volunteer mahasiswa dan guru diberikan kebebasan untuk memberikan materi sinau sesuai kebutuhan siswa. Mau ngaji, nyanyi, menggambar, bahkan kalau lagi bete belajar, para tutor bisa me...

Kutunggu AmanahMu

Gambar
Penulis : Moech. Mudhofar, S.TH.I Penerbit CV Cipta Media Edukasi Tahun terbit 2018 Tebal 120 halaman ISBN 978-602-478-511-6 Membaca pengantar buku kecil ini benar - benar menggugah hati. Betapa nilai kesetiaan ditunjukkan oleh Nabiyullah Zakaria kepada sang istri, saat mereka belum diijinkan untuk segera mempunyai putra hingga lanjut usia, berdua tak lantas bercerai, berpisah. Malah lebih giat lagi untuk berdoa dan berbuat kebaikan. Secara sistematis penulis menjabarkan mengapa manusia itu harus menikah. Tak peduli apapun alasannya. Nikah adalah kewajiban. Sampai nabi Muhammad pun berkata, bahwa siapapun yang tidak menikah adalah bukan bagian dari umatnya. Tuhan telah menjamin siapapun yang menikah, rezekinya akan dicukupi. Pilihan dengan siapa, itu terserah manusia. Banyak pelajaran dari menikah yang disampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Latar belakangnya sebagai santri dan guru membawa pembacanya dalam sebuah penyadaran yang lembut tentang apa itu menikah...