Hilal Dan Halal

Berbeda, karena informasi yang diterima  dan juga pemrosesannya, seharusnya sudah dipahami. Meski itu rahmat, perbedaan yang terlalu ekstrim apalagi di ranah-ranah keagamaan pasti membawa pengaruh yang luas. Fanatisme terhadap dogma keagamaan menjadi sebuah ancaman.  Agama seharusnya menyatukan, bukan memisahkan, minimal sisi kemanusiaannya. 

Nyata-nyata dibutuhkan kemampuan literasi yang kuat untuk membaca dan menulis kembali ide - ide yang berbeda dengan orang lain.  Argumen yang dalam dan komunikasi yang baik dalam menyampaikannya akan membuat "lawan" yang berbeda itu  memahami, dan kelak, akan mengikuti.

Ada syarat dalam penyampaian hal diatas. Ia wajib berilmu pada hal yang dibedakan itu, sebagai pondasi untuk membangun pendapat. Kuat dan juga terbuka terhadap kemungkinan perubahan apabila di kemudian hari pendapatnya terbantah. 

Meski ada korelasi  antara kemampuan berkomunikasi dengan tingkat pendidikan seseorang, masih saja ditemukan ketidakcakapan dalam penyampaiannya. Padahal  ia telah memahami ilmu berkomunikasi jauh lebih baik.  Semakin tinggi tingkat pendidikan  akan semakin mampu memilah, memilih,  memproses, sekaligus menyampaikan informasi tersebut.

Media sosial menjadi wadah untuk menyampaikan apa saja. Mereka, yang berpendidikan lebih tinggi, paham bahwa jika semua tulisannya sangat berpotensi menjangkau pembaca lebih luas. Sehingga jika  berpendapat, ia harus menyadari untuk selalu mengandung kebenaran dari setiap kata yang ia tulis.

Beberapa contoh kasus orang berilmu namun tak mampu menyampaikannya kepada khalayak justru lebih menarik untuk di ekspos. Apalagi itu jika berkaitan dengan hal - hal keagamaan dengan memakai penggalan ayat ayat keras... macam ..."Halal darahnya. ..". Dungu, "kebodohan yang sistematis", 


Bayangkan jika  penyampai informasi itu adalah pemegang pendidikan tinggi atau seorang tokoh, tentu akan lebih celaka. Karena dari awal sudah  dianggap sebagai sebuah kebenaran.


Lha wong cuman beda derajat hilal, kok sudah halal darahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI