BERLAKU LEMAH LEMBUTLAH
Meski bukan "jamaah"nya, pemikirannya sudah saya ikuti, cerna dan rasakan kebenarannya sejak lebih 3 dasa warsa lalu. Demi kumpulan catatannya yang dibukunya, saya rela menahan lapar untuk menabung membelinya. Slilit sang kiai, buku yang menjadikan kepala saya mengangguk ritmis, macam judul bukunya yang lain. Anggukan Ritmis Pak Kiai. . Damai, begitu. You tube tentang mak iyahannya terasa menentramkan. "Berbedalah, karena itu rahmat dan membuat kita lebih waspada, bahwa tak ada yang namanya kebenaran mutlak, kecuali kebenaran dari Allah. Agar tak sesat pikir, cak Nun mengajak seseorang dari kalangan bahtsul masail NU untuk memberikan pembanding. Sehingga diskusi kegamaan dapat lebih gayeng dengan umat, karena dilihat dari berbagai perspektif. . Lalu tibalah saat itu. Ia mencaci maki Jokowi, Luhut, dan Anthony salim. Mempersonifikasikan dengan tokoh - tokoh jahat yang di dokumentasikan oleh Al Quran. Hilang sudah kelemahlembutannya. Kesambet, katanya. Bagaim...