BERLAKU LEMAH LEMBUTLAH
Meski bukan "jamaah"nya, pemikirannya sudah saya ikuti, cerna dan rasakan kebenarannya sejak lebih 3 dasa warsa lalu. Demi kumpulan catatannya yang dibukunya, saya rela menahan lapar untuk menabung membelinya. Slilit sang kiai, buku yang menjadikan kepala saya mengangguk ritmis, macam judul bukunya yang lain. Anggukan Ritmis Pak Kiai.
.
Damai, begitu. You tube tentang mak iyahannya terasa menentramkan. "Berbedalah, karena itu rahmat dan membuat kita lebih waspada, bahwa tak ada yang namanya kebenaran mutlak, kecuali kebenaran dari Allah. Agar tak sesat pikir, cak Nun mengajak seseorang dari kalangan bahtsul masail NU untuk memberikan pembanding. Sehingga diskusi kegamaan dapat lebih gayeng dengan umat, karena dilihat dari berbagai perspektif.
.
Lalu tibalah saat itu. Ia mencaci maki Jokowi, Luhut, dan Anthony salim. Mempersonifikasikan dengan tokoh - tokoh jahat yang di dokumentasikan oleh Al Quran. Hilang sudah kelemahlembutannya. Kesambet, katanya.
Bagaimana ya dengan perasaan anak2 mereka mendengar ayah, orang tua yang begitu di hormati, dihujat se tajam itu. ? Barangkali jika yang berkata kotor itu Sugik Nur, HRS, atau almarhum Tengku Zul, tak banyak pengaruhnya. Tapi cak Nun adalah salah satu pembawa Damai dibumi Indonesia ini.
.
Saya yang tak punya hubungan dengan tokoh hinaannya itu ikut sedih dan geram. Bertanya-tanya.. Mana damaimu yang dulu ? Katakan saja benar, mereka yang difiraunkan oleh cak Nun, itu tersesat, mengapa tidak dikembalikan ke jalan yang benar. Dengan baik, lemah lembut sebagaimana Gus Mus pernah ngendhikan, orang yang tersesat itu ya ditunjukkan jalan yang benar, bukan malah digebuki, dihina - hina.
.
Tak hanya cak Nun, bentuk kekerasan verbal dalam berdakwah, tak akan pernah meluluhkan hati. Sekali lagi anggap saja benar, barangkali Peringatan Maulid Nabi itu bidah, sesat, oleh seorang khatib sholat jumat di Madura, mengapa tidak dengan cara yang lemah lembut lagi santun ? Surat Ali Imran Ayat 159, yang artinya: "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Maka demo penutupan masjid itu tak akan terjadi.
Para kiai sepuh sebenarnya telah memberikan pengajaran yang benar tentang cara berdakwah. Mereka tak menyalahkan, apalagi menghina - hina, tak meng impersonate, karena paham bahwa cara itu menyakitkan.
Jalan dakwah, sebagaimana jalan - jalan pemikiran lain, tak di bangun berdasarkan asumsi aku benar, kamu salah. Tapi lebih pada diskusi untuk menunjukkan intelektualistas, yang dilakukan dari hati ke hati.
Sby, 29/1/2023
Saya setuju dengan pemikiran penulis. Mungkin hal seperti ini yang membuat saya tidak mengidolakan seseorang. Masih bisa diwolak-walik setan.
BalasHapusBagus pak tulisannya. Seorang muslim semestinya berlaku lemah-lembut. Apalagi terhadap saudaranya sesama muslim. (Abdisita)
BalasHapusSaya setuju pendapat penulis. Sekedar masukan, mohon kurangi tipo seperti saran Prof. Inin pada KOPDAR 1 DIY.
BalasHapusSiap, resiko nulis di hp pak. Terima kasih kunjungannya
HapusBagus uraian tulisannya. Matur nuwun sudah berbagi ilmunya. Saya pun akan selalu belajar bersabar, berkata yang baik, tidak menyakiti, dan tidak tergesa-gesa dalam bertindak...menghadapi siapapun.(b.restu).
Hapus