ADA APA DENGAN BUNGA
"Memangnya kenapa ?" tanyaku penasaran. Sambil membetulkan maskernya ia berbicara pelan. Begitu pelannya hingga aku harus memintanya mengulangi lagi kata - katanya. "Ya, nggak enak sama teman-teman, pak." "Bunga lagi, bunga lagi..." katanya. ------- Potongan pembicaraan dengan belia berparas cantik itu begitu membekas. Mak jleb gitu. Ia yang sangat teacher loveable begitu gundah, ketika teman-temanya menyindir pemilihan dirinya untuk mengikuti banyak kegiatan oleh para guru di sekolah. Encer otak yang dipadupadankan dengan perilaku yang baik tak mudah didapat. Segala yang terumus dalam profil pelajar pancasila, barangkali benar - benar ada, bukan sekedar imaji semata. Karena semua ada di diri Bunga. Tentu lebih mudah menjatuhkan pilihan kepadanya dari pada bersusah payah mencari, menggosok, dan menciptakan karakter baru dari ratusan siswa lain. Padahal, seharusnya tidak begitu. Sekolah Mencari Bakat, sebagaimana ajang pencarian bakat di televisi itu, adal...