Sebutlah Namanya Dengan Benar dan Bangga
Keberadaan agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu bukanlah sebagai pelengkap agama Islam. Kebetulan saja pemeluk Islam di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan mereka. Jumlah pemeluk yang lebih dari80% tak lantas membuat seolah - olah di Indonesia ini hanya ada dikotomi muslim - non muslim.
Nama, mengandung arti, ada doa dan penghormatan bagi mereka yang mempercayainya dalam menyebutnya. Maka tatkala kita menyebutnya, sesungguhnya adalah penghormatan bagi pemeluknya. Penyebutan nama itu juga menegaskan keberadaan agama itu ditengah masyarakat.
Dalam konteks lainnya, nama merupakan brand. Melekat juga atribut yang menyertainya. Brand Awareness yang positif akan memberikan dampak yang baik bagi obyek tersebut, dalam hal ini agama.
Kasus teror bom, yang pelakunya beragama Islam, membawa stigma buruk dan ketidakpercayaandiri saat ditanya apa agamanya. Persis sama jika ditanya siapa orang-orang kaya yang merujuk pada etnis tertentu saat menyebutnya. Maka menjadi keharusan untuk membangun sebuah brand agama yang baik dan menjadi rahmat bagi pemeluknya, dan juga seluruh alam.
Dan di sekolahlah seharusnya harus diperkenalkan kesediaan untuk penyebutan nama agama itu secara lengkap, selain penghormatan, apa sih susahnya menyebutkan 1 kata seperti itu ?
Mata pelajaran IPS kelas 8 dan 9, atau PPKn kelas 7, 8, 9 memberikan penegasan betapa Republik ini diberikan beragam hal yang berbeda. Berupa suku, agama, strata sosial, budaya ekonomi dan sebagainya, yang berarti eksistensi nama - nama agama itu benar adanya.
Komentar
Posting Komentar