Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Hybrid Learning Mudah Menggunakan Microsoft Teams

Oleh Yudi H Beberapa daerah zona hijau dan kuning beberapa saat lalu mulai mengadakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka dengam siswa secara bergiliran. Bertujuan untuk mempersiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaram secara penuh dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat pelaksanaannya. . Jumlah peserta PTM maksimal 9 orang perkelas untuk memberikan ruang aman saat berada di kelas. Sisanya tetap mengikuti pembelajaran di rumah masing masing menggunakan gawai masing. Model campuran atau hybrid seperti itu memerlukan persiapan matang yang dimulai sejak persiapan  yang meliputi pengadaan prasarana teknologi informasi yang mendukung, penyusunan skenario pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran daring dan luring, serta SDM pendukung kegiatan tersebut. Dimulai dengam setting ruangan. Luasan sebesar ruangan kelas secara umum hanya diisi oleh maksimal 9 siswa, 1 orang guru dan 1 orang operator dengan usunan meja kursi berjarak 1-2 meter. Perangkat komputer deng...

Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku.

Paul Zhang, Yahya Waloni,  Desak Made, Riziq Shihab serta beberapa youtuber yang mengaku pendakwah dan pengkotbah, andaikata sejenak membaca dan memahami judul diatas, Insya Allah akan merasakan betapa sesungguhnya Tuhan mengingatkan kepada mereka. Tegas dan Lugas. Memberikan contoh intoleransi mereka kepada anak didik sebagai sebuah fakta yang nyata membuat saya merasa sedih, marah dan tentu juga   malu. Nama - nama diatas pasti pernah melewati masa - masa pendidikan dasar dan  menengah, dimana di dalamnya diajarkan, meski konseptual, bagaimana menghormati dan mencintai orang lain, sebagaimana ia mencintai dirinya.  Namun seiring dengan perjalanan kehidupannya disinyalir mereka menemukann pencerahan , berupa kelemahan atas sesuatu yang berada diseberang pendapat mereka. Penggalian kesalahan itu bukan semata atas dasar kebutuhan akademis, melainkan juga ajakan untuk bergabung  dengan cara yang sangat provokatif. Logika yang sungguh keliru dan menyedihkan, k...

Kesetaraan Perempuan Sejak Dari Kartini Hingga Dian Sastro.

Oleh Yudi H " Keduanya merupakan maestro di bidangnya. Berani berkeringat untuk membuahkan  karya nyata, kemampuan yang masih banyak dikuasai oleh para lelaki". .................................................. Menjadi orang sukses seperti itu mungkin tak akan terpikir oleh Kartini. Dijamannya seorang wanita adalah warga kelas dua. Ia baru berhak menjadi sesuatu, manakala telah dilakukan terlebih dulu oleh kaum lelaki. Sayang, kematangan berpikirnya hanya sampai batas usia 25 tahun, saat ajal menjemputnya.Tak terbayangkan 300 tahun kemudian keberaniannya menjadi sebuah momen  bersejarah Ketertinggalan wanita memang disengaja. Di jaman raja-raja, kehadirannya bahkan hanya sebagai asesories semata. Bukan saja oleh para pembesar tetapi juga rakyat jelata.  Kekuatan budaya pun juga  memaksa mereka agar lebih mendahulukan lelaki, keluarga, baru untuk dirinya sendiri. Maka sungguh mengharu biru manakala Kartini menjemput takdirnya untuk harus menerima pinangan calon suam...

MENGEMBANGKAN MINAT BACA SISWA DISAAT PANDEMI COVID 19

Oleh FyR Saat pembelajaran sebelum pandemi, kegiatan berliterasi dilakukan secara reguler dilakukan oleh sekolah untuk memberikan pembiasan membaca dan menulis buku fiksi. Selama 15 menit, sebelum pembelajaran dimulai,  mereka dipersilakan membaca buku fiksi dengan genre apapun. Perpustakaan kelas dihidupkan. Lokasi – lokasi tempat berlalulalangnya siswa disediakan buku atau majalah. Penambahan koleksi perpustakaan dengan buku – buku non pelajaran terus diupayakan dengan pengayaan genre dan judul buku. Bagaimana dikala pandemi ini ? Mencengangkan manakala melihat index baca masyarakat Indonesia pada saat pandemi ini berada di urutan 59, satu tingkat di atas Botswana, sebuah negara di Afrika yang luasnya hanya 500 ribu Km2, atau membaca data kemampuan Membaca Siswa Indonesia berada di urutan 72 dari 77 negara yang disurvey OECD atau dalam PISA 2020.  Namun terdapat data lain yang dirilis oleh Perpustakaan Nasional sebagaimana dikutip oleh Antara news.com, menyebutkan adanya pen...

SENI MEMBACA NILAI RAPOR

Gambar
Oleh Yudi H Rapot merupakan sekumpulan informasi hasil penilaian prestasi siswa, kondisi siswa, dan catatan guru dalam proses pembelajarannya yang diberikan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan utamanya adalah mengetahui sejauh mana perkembangan siswa dalam mengikuti pembelajaran disamping sebagai sarana komunikasi orang tua dan guru. Capaian pada rapot diperoleh dari kegiatan penilaian pengetahuan terhadap siswa pada tiap tugas dan ulangan serta penilaian ketrampilan. Nilai - nilai itu akan akan diberikan kepada siswa manakala ia telah berhasil menyelesaikannya. Nilai rapot ini juga menjadi indikator berhasil atau tidaknya capaian kurikulum yang dilakukan oleh seorang guru. Setiap kekosongan penilaian, akan ditelurusi oleh guru pengampu apa yang menjadi penyebabnya. Demikian pula apabila ditemukan nilai yang tidak sesuai dengan syarat minimal. Bagaimana jika tidak tercapai nilai yang ditentukan ? Maka akan diadakan remidi atau perbaikan dengan kandungan soal yang sama tetapi dengan per...

NILAI, MASIHKAH SEBAGAI TOLOK UKUR KEBERHASILAN KBM PJJ DIMASA PANDEMI ?

Oleh Yudi H Penilaian sebagai bagian proses pembelajaran dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menyerap dan memahami informasi yang diterima yang disesuaikan dengan kondisi masing - masing satuan pendidikan. Jika pembelajaran Jarak Jauh yang dipilih adalah full online, maka jelas keterlibatan guru sangat terbatas, khususnya dalam melihat dan menilai perubahan perilaku siswa dalam belajar.  Mereka diharuskan untuk mandiri. Baik dalam mengumpulkan informasi pembelajaran, memahami, sampai dengan mengimplementasikannya. Kesulitan ini nampak jelas untuk siswa - siswa yang masih berada di sekolah menengah dalam mengikuti pembelajaran.  Kehadiran siswa selama pembelajaran ternyata menjadi kendala tersendiri untuk menentukan bahwa penyampaian materi telah dikuasi oleh siswa. Mereka sering melakukan pembelajaran di tempat -tempat yang sebetulnya tidak kondusif,  yang berpotesi menyebabkan siswa tidak bisa fokus.  Pengalaman di sekolah penulis,  saa...

SENI BERKONFLIK, BELAJAR MENGENALI KONFIK SEJAK BELIA

Oleh Yudi H Memahami konflik, dibumi Indonesia ini sungguh sangat relevan. Konflik yang muncul sering ditampilkan begitu telanjang oleh hampir oleh semua media massa. Rekaman peristiwa kemarahan yang dengan membawa nama Tuhan begitu dahsyat diperdengarkan sehingga menghapus ingatan bahwa seseungguhnya mereka adalah bersaudara. Terlebih dengan ikut sertanya siswa - siswa sekolah SMA dan SMP sebagai peserta konflik. Konflik sesungguhnya telah diperkenalkan dengan sangat jelas sejak Sekolah Dasar. Melalui tema tema pembelajaran yang menunjukkan kenyataan bahwa kita terlahir secara berbeda. Suku, agama, ras, dan golongan.  Pada jenjang sekolah menengah, mereka sudah belajar untuk mengidentifikasi konflik, cara penanganan sebelum, saat dan pasca terjadinya konflik. Penyadaran bahwa berbeda itu adalah hal lumrah dan sangat biasa. Karena bagaimana mungkin dapat disatukan  pemikiran seseorang dengan berbagai latar belakang? Maka berpeluh dan urat menonjol serta suara keras saat meyaki...