SENI BERKONFLIK, BELAJAR MENGENALI KONFIK SEJAK BELIA
Oleh Yudi H
Memahami konflik, dibumi Indonesia ini sungguh sangat relevan. Konflik yang muncul sering ditampilkan begitu telanjang oleh hampir oleh semua media massa. Rekaman peristiwa kemarahan yang dengan membawa nama Tuhan begitu dahsyat diperdengarkan sehingga menghapus ingatan bahwa seseungguhnya mereka adalah bersaudara. Terlebih dengan ikut sertanya siswa - siswa sekolah SMA dan SMP sebagai peserta konflik.
Konflik sesungguhnya telah diperkenalkan dengan sangat jelas sejak Sekolah Dasar. Melalui tema tema pembelajaran yang menunjukkan kenyataan bahwa kita terlahir secara berbeda. Suku, agama, ras, dan golongan.
Pada jenjang sekolah menengah, mereka sudah belajar untuk mengidentifikasi konflik, cara penanganan sebelum, saat dan pasca terjadinya konflik.
Penyadaran bahwa berbeda itu adalah hal lumrah dan sangat biasa. Karena bagaimana mungkin dapat disatukan pemikiran seseorang dengan berbagai latar belakang? Maka berpeluh dan urat menonjol serta suara keras saat meyakinkan seseorang jauh lebih menarik ketimbang baku pukul.
Para siswa juga diajari dalam kehidupan demokratis, bebas bersuara dalam kehidupan akademisnya. Harapannya saat terjadi konflik diantara mereka, lebih dikedepankan proses dialogisnya.
Barangkali pengalaman masa lalu yang masih menabukan diskusi tentang SARA, materi yang ada pembelajaran itu sangat terkonsep dengan menonjolkan nilai - nilai Pancasila dalam tataran teoritis, yang kurang asyik untuk digali lebih dalam. Nampak sekali dengan penggunaan kalimat - kalimat "baku", yang tidak aplikatif dan susah dimengerti. Karena selalu mengarah pada sila - sila tertentu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sesusungguhnya bukan sekedar pelajaran menghapal. Ia merupakan praktek dalam bersikap dalam kehidupan. Bukan sekedar menghapal butir sila Pancasila maupun UUD NKRI tahun 1945.
Maka ilustrasi konflik diberbagai daerah yang dipicu agama, ekonomi, politik, maupun lingkungan amat tepat untuk dipelajari. Bukan tentang kekerasannya , tetapi dampak yang ditimbulkannya. Lalu solusi bagaimana cara menyelesaikannya.
Arsip - arsip vidio yang dapat diakses melalui you tube justru akan sangat berbahaya apabila siswa - siswa tersebut hanya melihat, membaca tanpa didiskusikan. Disinilah peran guru bermula, karena penjelasannya secara komprehensive atas tindakan yang dijadikan konten vidio akan mampu memberikan pemahaman baru kepada siswa.
Surabaya. 02/04/21
Terima kasih kak infonya
BalasHapusTrm ksh telah mampir
HapusTulisan yg bermanfaat. Lanjutkan
BalasHapusSiap master
Hapus