BELAJAR KERJA


Belajar Kerja

Sehari setelah Praktek Kerja, si bontot, langsung ngedumel. "Masak lo Pa, habis ngeplong banner 3, langsung ditambah 14, tebel - tebel lagi". "Udah gitu, ditinggal sama partnerku 2 jam ke Ramayana ambil uang". Omelnya. Ia merasa lelah, karena di umurnya menjelang 17 tahun ini harus bekerja sekeras itu.
.
Serumah kami senyum-senyum mendengar omelannya. "Udah gitu gak boleh Hapean, istirahat e lo cuman 20 menit". 
.
Sungguh dalam hati saya merasa teriris mendengar keluh kesahnya. Dalam kesehariannya, ia nyaris tak terlalu jauh beranjak dari tempat tidur dan ruang makan. Maka saat diberikan tugas praktek kerja selama 4 bulan ke depan, ada ragu yang mengganggu. Akankah ia bisa menyelesaikan ?
.
Pendidikan akademis yang dipilihnya mensyaratkan kewajiban untuk belajar bekerja, vokasi memang berorientasi kerja setelah lulus sekolah. 
.
Meski tak tega, kami berikan motivasi kepadanya. Betapa ia sangat beruntung bisa belajar kerja seperti itu, karena tak satupun dari kami bertiga di rumah yang memilih jurusan vokasi sepertinya. Lelah yang didapatnya akan memberikan pengalaman baru dalam kehidupan di masa depan. Tak mungkin kami menjaganya terus. Sehingga saat Tuhan memanggil kami ia mampu berjuang dengan kemampuannya sendiri.
.
Jam 10 malam sepulang shift malam, ia minta dibuatkan es teh. Lelah yang menggayutinya  membuatnya tak bisa terjaga lebih lama. Ia langsung terlelap. Tak menyadari es teh yang kami antarkan.


 Bahkan kecup dikeningnya pun tak ia rasakan .......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI