Madumu

indah meski sekejap
Mengoyak raga 
Bertaut Menuju maut

Nafas memburu
Saat kau mintakan jawab
Maukah kau kumadu ?

Tak ada luka yang terasa
merepih hati
Menjadi sedih yang pedih


Kau tikam aku
Bukan dengan kata
Tapi dengan rayumu

Terkubur
Aku melayu
Dalam hujatku padamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI