Kekerasan berawal dari ujung jari



ilustrasi

Perubahan dari homo digitalis 
menjadi homo brutalis, sebagaimana disitir oleh F. Budi Hardiman hanya dalam waktu sepersekian detik, rupanya menjadi sebuah kenyataan.

Menurutnya, perilaku agresif masyarakat yang sebelumnyanya hanya berada di dunia maya dalam wujud saling ejek, sebuah perbuatan yang nyaris tanpa melalui pemikiran mendalam, bisa menjadi perilaku yang saling melukai secara fisik di.dunia nyata. Dan itu semua hanya sekali "klik".

Tawuran pelajar SMA seperi dilansir Liputan6.com beberapa hari lalu 
bermula dari saling sindir di medsos, dimana para  pelajar dari sekolah itu mencoba saling "mengkonfirmasi" hingga berakhir adu jotos jamaah.

Masih lekat pula dalam ingatan saat pelajar SMK Ikut-ikutan demo jelang pilpres beberapa tahun lalu. Saat itu, lewat pesan berantai, terjadi komunikasi yang disertai koordinasi medan mana saja yang akan dijadikan medan tempur.

Lewat cara yang sama, penulis memperoleh informasi akan adanya "penyelesaian" kepada sebuah sekolah yang memasang logo sekolah lain secara terbalik, sebagai sebuah tanda penghinaan. Kalimat ajakan yang disebarkan sangat provokatif dan mustahil  disusun oleh anak seusia SMP.

Barangkali yang belum disadari adalah algoritma med sos itu adalah melakukan pencatatan terhadap perilaku pengguna, dengan menyarankan tayangan yang sejenis, dengan siklus yang diulang-ulang. Begitu video provokatif berhasil masuk ke Beranda utama, penonton akan disuguhi tawaran yang sama hingga kita  menghapus cache dan data penelusuran konten hingga preferensinya  berubah. 

Maka  rajin-rajinlah untuk menghapusnya agar terhindar dari tawaran algoritma med sos, dengan tema - tema berbahaya seperti itu

Sby, 24/9/2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI