Gerak Badan Yukk
30, 40, 50 tahun usia anda ? Berapa pun itu, mulai sekarang segera tinggalkan barang 30 menit perkejaan apapun, dan gerakkan badannya. Kondisi saat ini sangat memungkinkan kita untuk tidak banyak menggerakkan badan, yang sesungguhnya mampu memperkuat masa otot, meningkat imun tubuh, memperlancar peredaran darah dan hal - hal positip lainnya.
Tidak perlu memilih - milih olah raga. Apa saja yang penting ada waktu yang dapat disisihkan, dan tentu saja kemauan kuat. Olah raga paling sederhanapun akan memberikan efek yang luar biasa bagi tubuh. Begitu pentingnya "bergerak dimasa pandemi", WHO sangat menganjurkannya, karena ia tak hanya berguna untuk memperbaiki fisik tetapi juga mental.
Memperbaiki fisik dapat membantu meregenerasi sel - sel lebih cepat, dan tentu pada akhirnya akan membuat tubuh lebih bugar. Ada beberapa olah raga sederhana yang dapat dilakukan untuk memperoleh fisik yang bugar. Lupakan sementara body building yang membentuk otot six packs, itu dapat kita raih manakala secara rutin kebugaran telah kita dapatkan. Kita mulai yang sederhana saja.
Jalan kaki.
Jalan kaki selama 30 menit saja mampu membakar 100 - 300 kalori dalam jarak yang cukup jauh. Selain mampu membakar kalori, jalan kaki juga menguatkan tulang - tulang bagian bawah tubuh diantaranya lutut, pinggul, pergelangan kaki, serta telapak kaki. Olah raga ini juga memperlancar peredaran darah menuju jantung, sehingga mengurangi resiko terkena jantung hingga 19% dengan waktu yang sama. Selain itu, jalan kaki juga mampu memberikan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri dari penyakit lebih cepat dari pada mereka yang tidak pernah berolah raga. Sebuah kutipan yang saya copas persis menyebutkan berjalan kaki selama 15 menit sesudah sarapan, makan siang dan makan malam berpotensi lebih berpengaruh dalam memperbaiki kadar gula dalam darah. Nah... luar biasa. Berikutnya, bagaimana jalan kaki yang benar ? Langsung saja jalan secara normal. Syukur menggunakan kaki yang tujuan utamanya melindungi kaki saat berjalan - jalan. yang penting kaki nyaman dan aman. Agar otot tidak kaget, berikan pemanasan ringan pada kaki, pinggul, dan bahu.
Lari
Jika tantangan jalan kaki masih terlalu ringan, maka olah raga berikut ini bisa dipilih. Prasyaratnya cuma satu. Usahakan memakai sepatu, karena jalan yang kita lalui kondidisinya tidak bisa di prediksi. Menjaga kaki agar tidak terkenan pecahan kaca, potongan jarum atau paku yang dapat menyebabkan kita tetanus. Hampir mirip dengan jalan kaki, lari mampu membakar kalori lebih cepat, yang pada akhirnya mampu mengurangi berat badan (Kemenkes RI). Selain hal positip sebagaimana jalan kaki diatas, lari mampu meningkatkan kadar oksigen (VO2 Max), sehingga mampu meningkatkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh.
Bersepeda
Untuk yang satu ini memang diperlukan biaya tambahan, tak jarang bahkan mencapai jutaan rupiah untuk memenuhi sisi fashionablenya. Sederhana saja, untuk sepatu saja saya pernah lihat seharga Rp. 1 jutaan. Jangan tanya untuk sepedanya harganya bisa maksimal. Setara dengan sepeda motor lah. Namun jika yang anda butuhkan adalah sehatnya, sepeda Polygon seharga 3 jutaan sudah sangat oke untuk digunakan. Perlengkapan safety lainnya bisa dipenuhi sesuai isi kantong. Pada awalnya menurut road bike, yang dikutip oleh Detik.com adalah 16 km. Namun demikian, jarak tempuh ya sesuka kitalah, Kalau lelah, segera minggir, lalu lanjut lagi
Penutup
Apapun pilihannya, olah raga mandiri diatas sangat menyehatkan badan, dan memberikan efek rekreatif bagi kita.
Masih mikir....? Lanjutt aja ah..
Komentar
Posting Komentar