Seni Menyalahkan

Menyalahkan orang lain ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan ? Atau barangkali usaha yang dilakukan mengalami kegagalan ? 

Sesederhana itu untuk mencari pembenaran atas segala kegagalan yang kita lakukan. Salahkan orang lain. Selesai ..

Namun, sebaliknya disisi lain, barangkali kita sebagai orang yang pada sisi seberang, menanggapi bagaimana  rasanya dituduh sebagai sumber kegagalan? Semacam bisul, yang "mentheng - mentheng" bikin ngilu seluruh badan. Ketika harapan tidak sesuai kenyataan, bawah sadar akan bereaksi terhadap keadaan yang ada. Ada yang melakukan perlawanan secara langsung, diam, atau bahkan lari menghindar. 

Menyalahkan atas sesuatu yang salah sesungguhnya suatu hal yang wajar. Karena dengan kritik semacam itu seseorang akan mengetahui ada hal yang salah pada diri atau hal yang dilakukannya. Penyalahan ini akan memberi kesempatan untuk mencari tindakan alternatif untuk mengganti tindakan yang sebelumnya dilakukan. Ia juga meningkatkan kemampuan otak untuk lebih kreatif, karena beberapa orang justru akan meningkat motivasinya apabila mengalami kegagalan

Ada beberapa gaya dari seseorang ketika ia menyalahkan orang lain manakala ia salah, atau gagal. Pertama, menyalahkan secara frontal orang lain, tanpa memberikan argumentasi yang baik, dan hanya berpijak pada pemikirannya sendiri. Kedua, berupa keluhan kepada yang bersangkutan atas ketidakberhasilannya. Ketiga mendiamkannya, lalu mencari jalan lain  untuk mengkoreksinya.

Hampir semua gaya diatas berpotensi memberikan sakit hati pada orang lain. Mengingat hampir semuanya mendasarkan pemikiran dari dirinya sendiri. Menutup komunikasi dan hasilnya hanyalah saling menyalahkan alih - alih menuju tujuan yang diharapakan semua.

Menyalahkan orang lain menurut ilmu psikologis sangat menarik dibahas dan mendalam pengkajiannya. Diantaranya adalah  teori proyeksi psikologis dari Sigmund Freud, yang menyatakan bahwa bentuk pertahanan diri seseorang dengan mengganggap orang lain mempunyai emosi yang  sama dengan dirinya. Ketika menyalahkan ia merasa enak saja, tak peduli bahwa sesungguhnya perasaan yang berbeda bisa muncul dari hal itu.

Menyalahkan seseorang memerlukan seni sederhana. Yakni seni rendah hati dalam bersikap. Menang tanpo ngasorake ! Sebuah negosiasi yang kompromistis atas sebuah hasil, dengan cara yang  sebagai berikut :

1. Analitis. 

Kegagalan itu tidak semata - mata berupa kegagalan pada tujuan, tetapi juga dari proses pelaksanaannya. Bagaimana itu semua bisa menjadi sebuah kegagalan. Karena ada sesuatu yang bisa dikendalikan atau dikontrol ada pula sesuatu yang diluar kemampuan kita. Inilah yang menjadi pertimbangan apakah kegagalan yang dilakukan itu patut disalahkan.

2. Tidak emosional.

Kebencian kepada seseorang tak boleh membuat kita berlaku tidak adil dengan menganggap apapun yang dilakukannya salah, mengingat penilaian subyektif ini sering muncul saat seseorang memberikan suatu penilaian, termasuk persepsinya terhadap latar belakang pelaku.

3. Solutif

Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya. Konsep inilah yang harus dikedepankan dalam sebuah komunikasi, maka apabila menyalahkan, siapkan pula alternatif solusi yang argumentatif.

4. Komunikasi

Semua cara diatas, hanya sebagai konsep semata apabila tidak disampaiakan secara baik. Melalui komunikasi yang dibangun atas dasar kesataran akan memberikan pemahaman yang sama. Para pelaku (orang yang disalahkan dan orang menyalahkan) sama - sama mencari cara untuk memperoleh jalan keluar yang benar.

https://intisari.grid.id/ pada tanggal 22 juli 2018 memberikan statement menarik tentang orang yang banyak menyalahkan ini sebagai salah satu tanda lemahnya EQ .

Surabaya, 25/02/2021

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI