Cinta Pada Lelaki Yang Tak Nyata

 

Oleh Yudi H

Tiap hari Rere serasa menjadi manusia sempurna. Dzul, lelaki idamannya, beberapa kali memberikan perhatian itu kepadanya. Menyapa selepas kerja baginya terasa memberikan kehidupan baru. Demikian juga saat di Bandara, dikirimkan status apa yang dilakukannya lewat medsos. Tentu saja itu bukan untuk Rere semata

Dzul memang tak banyak bicara. Apa yang ia inginkan tak pernah disampaikan langsung kepada Rere. Pernah ia saking marahnya, ia mendiamkannya selama beberapa hari. Rere juga tak begitu tahu. Jika ditanya jawabnya hanya, ya, tau.. entah. Seakan-akan hanya 3 kata itu yang dikenalnya sejak bayi.

Sore itu, selepas Ashar, Rere mengajaknya komunikasi. Sekedar melepas kerinduannya setelah beberapa saat kepergiannya ke negeri seberang. Jawaban yang diberikannya begitu datar, tak menarik dan membuat Ilfil. Flat kata Rere. Beruntung, disaat yang sama beberapa jodoh yang match dengan dirinya memberi salam. Jadi kejengahan Rere akibat sikap Dzul, dapat teralihkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI