Dunia Maya pun perlu Etiket
Oleh Yudi H
Setidaknya ada 2 berita yang menunjukkan perilaku masyarakat dunia maya kita. Dari akun twitter microsoft tentang tidak diterimanya survey mereka tentang ketidaksopanan netizen Indonesia di urutan 29 dari 32 negara yang disurvey. Serta akun chess.com yang komennya dibanjiri netizen akibat membanned akun dewa kipas akibat tuduhan kecurangan yang dilakukannya.
Dua akun diatas harus menutup kolom komennya karena banyaknya komentar netizen Indonesia. Padahal perusahaan di atas bukanlah perusahaan awu-awu yang mempertaruhkan reputasi yang telah mereka bangun dengan susah payah hanya gara - gara permasalahan itu.
Secara kasat mata seharusnya tak ada yang istimewa dari kasus penutupan itu. Karena toh itu akun mereka sendiri. Hanya yang "agak" menarik, penutupan itu digambarkan sebagai bentuk kemenangan warga +62 melawan hegemoni Barat
Etika dalam bermasyarakat di dunia maya sekalipun belum diratifikasi secara internasional, karena begitu luas dan tak ada batasan geografis, sesungguhnya telah dipersiapkan dalam bentuk aturan perundang-undangan.
Di Indonesia, UU ITE sebetulnya memberikan batasan dalam berperilaku. Larangan tentang ujaran kebencian menjadi contoh kasus dalam hal ini.
Maka sekaranglah saatnya "meluruskan" kembali etika berkomunikasi di dunia maya, inilah yang paling tepat untuk mengajarkan kepada anak - anak manakala mereka berinteraksi dengan gurunya. Tata bahasa dan adab wajib diperhatikan meski komunikasi lewat media HP, karena bisa dipastikan jika tidak terbiasa beretika, perilaku itu akan mewujud dalam kehidupan di dunia nyata.
Jika kebetulan kita guru, lerubahan etika berkomunikasi tentulah dimulai guru. Tak boleh kita abai untuk mengingatkan saat terjadi kesalahan komunikasi, meski kecil, itu bisa mengakibatkan kebiasaan.
Dan sebetulnya mudah saja. Yakni dengan mengurangi penggunaan kalimat yang lebay, misalnya, akronim , saja untuk azzha, Q untuk saya, atau yang lainnya
Mudah kan ?
Surabaya, 23/02/21
Benar ya. Buat apa kita protes dengan hasil itu. Toh, lebih baik perbaiki diri saja.
BalasHapus