MEMBANGUN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL
OLEH : YUDI H
Ass, pk mw tny, nti ad vidcon?
ya, mas
tx pk
….
Alamakkk
Dalam sebuah komunikasi, ada 3 unsur dasar yang harus dipahami. Yakni pemberi informasi, media, dan penerimanya. Pemberi infomasi dalam hal ini dilakukan oleh guru pengajar berupa materi pembelajaran, media berupa layanan LMS yang terdiri suara, vidio atau hanya sekedar teks. Sedangkan penerima informasinya adalah siswa.
Perjalanan komunikasi ini berlangsung secara simultan, dan hasilnya tidak tidak selalu membuahkan hasil yang diharapkan. Apalagi jika komunikasi yang dibangun ini bertujuan merubah sesuatu pada orang lain.
Sebuah komunikasi diatur dalam suatu sistem jaringan komunikasi yang dimengerti oleh para pelaku, siapa yang harus berbicara, dan siapa yang harus mendengar. Atau siapa yang menulis dan dengan siapa tulisan itu akan dibaca. Sehingga diperoleh makna yang sama.
Karena harus terstandarisasi, maka komunikasi yang dilakukan harus dijaga dengan baik, sebagai role model berperilaku dan content informasi yang akan disampaikan.
Ambil contoh, Microsoft 365 menyediakan Microsoft Teams sebagai LMS. Dalam bangunan Teams itu, dapat dibuat kamar – kamar (channel) yang dalamnya bisa diisi dengan siapa saja yang dinginkan oleh pemilik kamar.
Mengingat bangunan Teams itu representasi dari sekolah, maka aturan dalam komunikasinya haruslah baku. Ada tata krama dalam penulisan chat, sopan santun dan adab antara guru dengan siswa atau guru dengan rekan sejawat.
Informasi melalui teks dapat dilakukan dengan kalimat yang santun. Sebagai bentuk penghormatan kepada lawan bicara. Apabila informasi itu adalah penyederhanaan materi, maka kemampuan memilih diksi menjadi hal penting, dan juga merupakan tantangan bagi seorang guru. Karena harus menterjemahkan materi yang kompleks itu ke dalam bahasa ‘Siswa” yang telah mereka kenal sebelumnya.
Meski sesungguhnya tidak ada etika berkomunikasi yang baku dalam berbahasa di dunia digital, implementasinya dalam komunikasi lewat chat, menunjukkan kesantunan pribadi kita (Mutiah, dkk, 2016). Berupa karakter, sifat atau tabiat kita. Kapan ia terlihat marah, bosan atau tidak berkenan atas suatu hal.
Komunikasi yang terjalin secara santun dan baik ini akan memberikan dampak berupa adanya perhatian dan penghargaan dari lawannya, sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih efektif.
Tx. Tlh mmbaca
Surabaya. 13/1/2021
Komentar
Posting Komentar