MENGAPA BERBOHONG, PAK ?



Oleh Yudi H


Sebut saja M, saat itu di depan mata ia bersumbar bahwa ia (i memang saya tulis kecil, sesuai jiwanya yang kecil saat berbohong) berkata tak lakukan kudeta. ia hanya menerima orang-orang mantan dan sebagian kecil pecatan sebuah partai politik di rumahnya untuk ngopi - ngopi yang terbuka 24 jam. Tak ada keinginannya sedikitpun untuk berambisi menjadi Ketua partai politik.

Tepat Jumat, 5-03-2021 ini, dikutip dari beberapa surat kabar mainstream, ia ternyata menerima tawaran itu.

-----
Menipu dalam khasanah perilaku manusia adalah sebagai sebuah seni menguasai diri tingkat tinggi. Didalam pelakasanaannya terkandung syarat kemampuan psikologis yang ketat. Menipu memerlukan hati yang kuat. Karena setiap penipuan yang dilakukan akan membuahkan penipuan selanjutnya.

The conversation Indonesia, (2020) menyebutkan motivasi utama dari sang penipu adalah adanya ketamakan yang ingin dicapai, berkaitan dengan penguasaan sebuah sumber daya. Bisa cinta, ketua umum, kekayaan dan sebagainya. Tak harus uang memang, dan untuk memahaminya para etolog, pengamat dunia hewan, berusaha memahami seni menipu itu dari hewan - hewan untuk bertahan hidup. Seekor jenis laba - laba akan membaurkan dirinya pada sekumpulan semut tanpa harus menganyam jaring untuk memangsa. Persis seperti manusia, yang hidup dalam sebuah partai politik, tanpa harus menjadi anggota.

Kompas.com (2018) menyitir pendapat Judith Orlff tentang mengapa seseorang suka berbohong, yakni berkurangnya kemampuan empati terhadap orang lain. Berbohong (untuk pembohong patologis) ternyata erat hubungannya dengan keinginan untuk mengendalikan situasi dengan menggunakan pengaruh yang dimiliki.

Dalam berbagai kesempatan, kebohongan - kebohongan itu akan diulang - ulang, sehingga mengesankan sebagai sebuah kebenaran. Tak hanya olehnya, tetapi dilakukan oleh rekan - rekan si pembohong, membombardir video atau potret - potret perilaku "terpuji"nya dengan tujuan memberikan dampak ganda bagi para penonton aksinya, yakni memberikan informasi yang mengaburkan dan membingungkan.

Lalu mengapa setelah terang diketahui bahwa seseorang itu berbohong, kebohongan itu tetap dilakukannya ?

Setidaknya ada 3 hal yang ingin dicapai dengan kebohongan itu sebagaimana dilansir oleh CNN Indonesia (2018) yakni :
1. Bentuk perlindungan diri dari berbagai masalah.
2. Melindungi orang lain.
3. Memperoleh kekuasaan, tanpa harus melakukan kekerasan.

Persis apa yang dilakukan sang pembohong di atas !

Surabaya, 07/03/2021

Komentar

  1. Berbohong sekali utk kasus yg sama akan menyusul bohong selanjutnya. Naudzubillah

    BalasHapus
  2. Carut marut dunia perpolitikan erat dengan kebohongan... Arus kebohongan membuat kuat pusarannya...tinggal tunggu saat karamnya...Naudzubillah...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI