Rebranding Perpustakaan Sekolah
Jika Perpustakaan hanya tempat meminjam buku pada saat tahun ajaran buku, atau tempat pengembalian buku menjelang kenaikan kelas,atau tempat anak dihukum karena tidak mengerjakan tugas di rumah. Maka itulah saatnya perpustakaan sekolah harus direbranding.
Dalam ilmu pemasaran dikenal dengan istilah branding, berasal dari kata brand berupa nama, istilah, simbol, desain, atau gabungan keempatnya, untuk mengidentifikasi produk agar berbeda dengan produk lainnya. Perbedaan (diferensiasi) ini begitu penting, sampai ada tagline diferentiate or die yang dipopulerkan oleh AL Ries dan Jack Trout, ahli marketing, sejak 20 tahun silam. Tak sekedar berbeda, melainkan juga unik. Dimana keunikan itu merupakan ciri produk itu sendiri yang tak mudah ditiru produk lain.
Branding bertujuan untuk menyampaikan visi dan misi dari perusahaan, dalam hal ini perpustakaan, secara jelas, konsisten, dan terus menerus.
Dalam pemasaran, Xerox merebranding dirinya dari sekedar mesin fotokopi, menjadi pengelohan document . Blue bird dari perusahaan taxi, merubah dirinya dengan sebutan transportation. Ya sewa taxi, bus pariwasata, persewaan mobil dengan bisnis intinya tetap mobil.
Bagaimana dengan perpustakaan ?
Untuk menjadi entitas baru yang berasal dari perubahan dari visi dan misi perpustakaan, harus dilakukan komunikasi antar stake holder. Apa yang diinginkan oleh siswa dan guru sebagai usernya ? Bagaimana pembiayaannya?
Para pengambil keputusan harus yakin bahwa ada tujuan yang lebih tinggi yang ingin dicapai oleh perusahaan selain gudang buku. Kebaruan apa yang diharapkan, serta adakah nilai tambah bagi perubahan itu, yang bisa dicapai apabila mereka melakukan riset dan evaluasi yang yang mendalam, mau dibawa kemana perpustakaan ini.
Perpustakaan bukan lagi dipersepsi sebagai tempat meminjam buku an sich, karena itu sudah melekat secara takdir didirinya. Ibarat makan, ia sudah berupa nasi yang hanya mengenyangkan saja tanpa memberikan rasa nikmat dan menyehatkan.
Ia harus menjadi pusat kegiatan pembelajaran, karena fungsinya adalah jantung pengetahuan yang dapat memberikan asupan informasi bergizi tak hanya buku teks saja, tetapi segala pendukung yang menunjang yang daya pikir, membuka wawasan, dan juga penelusuran bahan pustaka
Dan jangan lupa, apabila keinginan merebranding itu telah dirumuskan, untuk mensosialisasikan kepada semua user perpustakaan, agar mendapatkan dukungan secara moral. Mengingat perpustakaan sekolah adalah bagian integral dari sekolah.
Semoga perpustakaan sekolah berfungsi dengan baik
BalasHapusBetul bun
Hapus