Berkelana ke Dalam sisi Gelap Dunia Pemrograman


Oleh Yudi H

Kacamata awam, sebuah perangkat komputer pastilah sesuatu yang tinggal dipakai, tanpa perlu repot menambahkan "sesuatu". Layaknya pemutar lagu dvd, tinggal tekan open, masukkan dvd, lalu mengalunlah lagu lewat speaker. Namun tidak demikian sesungguhnya dengan perangkat komputer. Agar sekedar bisa beroperasi untuk kebutuhan belajar, memerlukan biaya yang nyaris lebih besar dari perangkatnya sendiri dalam bentuk pembelian program.


Harga yang selangit itu nampaknya memang sepadan. Karena untuk menghasilkannya memang memerlukan upaya yang mahal. Meski ada yang gratis, sedikit sekali masyarakat yang memakainya karena stigma susah dalam mengoperasikannya.

Maka munculah kreatifitas itu. Bagaimanapun juga program
komputer adalah barisan perintah yang dibuat oleh manusia. Meski disandikan
secara kuat, beberapa orang mampu menemukan kelemahannya dengan cara mengeksploitasi jalan logika dari program. Kemampuan mematahkan penyandian kode itu sejatinya sudah banyak dilakukan oleh orang yang berkemampuan coding. Tetapi membuatnya mudah dilakukan oleh orang awam itulah yang hebat.

Malam itu bersama si sulung kami mencoba menginstal salah satu program imaging, sebagai tugas dari Mata Kuliah membuat desain. Awalnya saya menawarkan program freeware, gratisan, yang bisa digunakan siapapun dan kapanpun tanpa mengeluarkan uang, selain dari iklan.


Setelah program terinstal, tampak sekali perbedaan tampilan dan tata perintahnya dengan tutorial yang ada pada buku panduan yang dimilikinya. Meski sebetulnya merupakan tantangan, kesulitan itu membuatnya tak nyaman untuk bekerja menggunakannya.

Kami mencari program yang sama dengan modul kuliahnya di internet. Mudah saja menemukannya pada halaman pertama pencarian browser karena sangat terkenal, dan tentu saja harus dibeli..  Mahal.

Kami berpikir, bagaimana cara menggunakannya meski lewat program trial. Resikonya fasiitas yang disediakan tidak bisa diakses, atau besar file yang bisa ditampung terbatas.

Sebuah cara kami temukan. Berbekal pengalaman bahwa setiap program memerlukan kode aktivasi dan nomer seri yang tepat, unik dan berbeda.Sehingga diperlukan sebuah program yang  harus ditanam diprogram itu, yang oleh beberapa antivirus akan diblokir, karena dianggap berbahaya karena berpotensi merusak.

Maka dalam waktu 10 menit, program berbayar tersebut telah berubah menjadi full version yang bisa digunakan kapanpun. Proses inilah yang dinamakan cracking. Ibarat membuka paksa sebuah kunci gembok. Setelah pengaman dari program ini dibuka maka apa saja bisa dimasukkan kedalam program yang terdiri dari jutaan barus kode perintah. Baik fasilitas yang semula terkunci, atau bahkan program jahat lainnya.

Tentu saja ada resiko yang saya hadapi dengan perilaku ini.

Satu, saya memberikan tutorial bagaimana mencuri (karena membajak program telah
dihukumi haram oleh Majelis Ulama Indonesia). Kedua, program tersebut rentan
disusupi oleh program lain, yang pada suatu saat akan mengambil alih kendali
komputer tempatnya diinstal. Ketiga, ia tidak akan memperoleh update atau
perbaikan tambahan oleh pengembang, karena setiap program secara teratur akan
diberikan perbaikan dan penyempurnaan secara terus menerus. Keempat, program
crack - crack an cenderung dianggap virus dan akan dimatikan secara otomatis
oleh antivirus yang kita pasang di komputer.

Terlepas dari itu, nge crack sesungguhnya sangat mengasyikkan...Apalagi jika dikerjakan bersama si buah hati....
Surabaya, 03/06/2021

Komentar

  1. Dapat istilah baru nge crack...klompok manusia purba seperti saya hanya tau istilah saja selebihnya biarlah diurus kaum melenial....hehe trims infonya ..

    BalasHapus
  2. Wasyik lo bu,semakin canggih, semakin tertantang kita untuk ngumek

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI