Level 200, Catatan Menjajal Office 365 dalam Ketrampilan Abad 21
Ada 2 Learning Management System yang banyak digunakan dalam pembelajaran berbasis Online. Keduanya juga difasilitasi oleh KemendikbudRistek agar dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.
Sebagai perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengembangan software offline, Microsoft menempatkan dirinya sebagai penantang Google yang telah mengintegrasikan semua produknya dalam satu genggaman, secara online dalam platform android.
Melalui microsoft Indonesia, mereka mulai mengenalkan produknya melalui seminar/kursus/workshop bertajuk Ketrampilan Abad 21.
Ada 2 tingkat yang ditawarkan. Level 100, meliputi pengenalan dasar Teams, Sway, Classnote dan Onedrive, dan level 200, dinana peserta akan diajak mendalami Teams secara customized, sesuai kondisi yang ingin dibentuk oleh penggunanya. Kemampuan Teams yang mampu berintegrasi dengan aplikasi pihak ketiga dapat digali lebih dalam.
Planner To Do List merupakan semacam catatan yang harus dilakukan oleh siswa tertentu. Guru dapat menganalisa kemajuan siswa dalam melaksanakan tugas yang diberikan, sesuai langkah-langkah yang telah ditentukan sebelumnya.
Power Automate diajarkan kepada peserta agar mampu membuat otomasi, khususnya saat penilaian pembelajaran. Lebih mirip rapot, dimana gabungan beberapa hasil penilaian yang telah diolah dapat ditampilkam hanya kepada siswa yang bersangkutan. Dalam pengotomasian itu, peserta pelatihan wajib membuat alur/flow, yang menggambarkan bagaimana proses itu akan dieksekusi. Beruntung sekali, jika pernah mengenal algoritma pemrograman, karena akan sangat membantu menata alur - alur itu.
Kemampuan power point online yang ditingkatkan dapat dijelajahi pada level ini. Speech to text yang secara real time pada slide yang ditampilkan merupakan terobosan teknologi kecerdasan buatan dalam mengolah dokumen benar - benar luar biasa. Slide yang dibuat menggunakan bahasa Inggris yang kemudian akan dibaca oleh para presenternya, saat itu juga akan diterjemahkan ke dalam bahasa yang diinginkan. Disini, kemampuan berucap dalam bahasa sangat menentukan dalam menghasilkan terjemahan yang baik dan dimengerti.
Berikutnya Microsoft Stream, You tube studio versi Microsoft diperkenalkan pada level ini. Layanan berbagi video yang memudahkan, dalam komunikasi atau interaksi langsung dengan siswa. Dalam video yang diputar dapat disisipkan quiz menggunakan microsoft form, yang menguji pemahaman mereka terhadap materi vidio yang diputar.
Selain itu Microsoft Stream mempunyai fasilitas rekam layar yang memudahkan penggunanya dalam membuat video langsung dari komputernya. Tak perlu lagi untuk menginstal program lain.
Terakhir, agar terjadi hubungan yang intens dengan siswanya kelak, peserta diajak mengenal Minecraft. Game menarik yang dapat dimainkan secara bersama dengan banyak orang. Guru dan siswa dapat bekerja sama membangun sebuah bangunan tertentu sesuai dengan misi yang telah ditentukan. Sungguh mengasyikkan..
Barangkali karena dikembangkan sebagai sebuah suite, semua aplikasi yang saling terintegrasi memerlukan jaringan internet yang stabil, karena setiap proses aplikasi sebagian besar dilaksanakan pada server Microsoft. Aplikasi ini menghasillan tampilan yang menarik yang membutuhkan perangkat yang baik pula
Sering, kegagalan pemrosesan data membuat frustasi, karena ide yang sebelumnya deras keluar tak tersalurkan karena mendadak terputus hubungannya dengan server.
Didukung oleh mentor super sabar dari Microsoft Educator Partner, pelatihan yang diikuti oleh 20 orang tiap grup ini sungguh merupakan taktik marketing jenius, yang sungguh sayang untuk dilewatkan
Surabaya, 18/6/2021
terima kasih pak,,informasinya, sangat bermanfaat sekali. kebetulan lagi ikut pelatihan office 365 level 200 juga
BalasHapus