MERANCANG RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS AKM, LINGKUNGAN, DAN EMPATI DALAM 1 LANGKAH MUDAH

Sesungguhnya, merancang sebuah RPP yang setiap tahun dipersiapkan, adalah sama halnya mempersiapkan diri menghadi sebuah pertempuran. Semakin matang persiapan yang dilakukan maka keberhasilannya juga akan tinggi.

Bagi seorang Guru,  membuat RPP hukumnya wajib. Disanalah semua perencanaan dipersiapkan. Tak bisa hanya mengandalkan perasaan, "Hari ini mengajar apa ya ?" Pembelajaran memerlukan sebuah skenario, karena pada dirinya akan dihasilkan sebuah hasil/output tertentu.

Merancang sebuah skenario merdeka RPP, sejatinya telah diberikan kepada para pengajar yang melengkapi adagium merdeka mengajar dan merdeka belajar, tanpa terlepas dari tujuan pembelajaran. Meski kurikulum yang disampaikan tak lagi menuntut ketuntusan, tetap saja harus ada standar yang harus ditempuh sehingga tidak kehilangan “benang merah” yang diamanahkan oleh kompetesi dasar dalam setiap kurikulum.

Dalam membuat sebuah RPP, beberapa tambahan kompetensi dapat disisipkan, sesuai dengan nilai yang diharapkan pada siswa. Berbasis HOT,  Karakter, Literasi, AKM, kecakapan hidup, Ketrampilan Abad 21, Covid19, lingkungan, maupun Empati.

Berbekal riset dan analisis terhadap hasil RPP yang dirilis di situs https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/, penyusunannya dapat dilakukan dalam  kerangka matrik sederhana. Dimana unsur – unsur tambahan itu  diletakkan dalam  tujuan pembelajaran dari materi yang akan disampaikan, kegiatan pembelajaran yang dikelompokkan dalam pembuka, kegiatan inti, dan penutup, maupan dalam penilaian.

Dalam sebuah wawancara dengan Hanifa (2021),  RPP merdeka tak dibatasi pada lembaran. Mengingat karakter setiap pembelajar yang berbeda. Ada yang menyukai detail, dengan menuangkan langkah demi langkah pembelajaran, atau terbiasa “improvisasi” yang cukup dengan garis besar saja. Maka dalam menuangkan gagasannya itu dapat dilakukan dengan cara yang semudah - mudahnya, karena sesungguhnya dalam kegiatan belajar mengajar, secara instingtif, mereka telah menyampaikan nilai - nilai yang dikandung dalam kompetensi itu, hanya saja tidak diadministrasikan secara baik. Selain belum literat dalam kegiatan "menulis", ada pemahaman   bahwa hasil tuangan itu harus terlihat nyata dalam setiap kata kerja operasionalnya, yang justru pada akhirnya membuat mereka kehabisan waktu dalam mencari - mencari kalimat.  

Pembelajaran secara on line sebetulnya memberikan kesempatan untuk lebih bebas dalam mengaplikasikan kompetensi tambahan itu. Saat dituangkan dalam RPP, ia telah mempunyai gambaran mental atas materi yang akan diberikannya, kemudian dikaitkan dengan cara sederhana. yang mudah dipahami oleh siswa dalam bentuk pengalaman sehari – hari mereka, dan dapat menguatkan kecakapan hidupnya.

Barangkali jika menginginkan fokus pada jenis pembelajaran,  mata pelajaran matematika dan sains lebih  difokuskan pada  lingkungan dan AKM, PPKN dan Pendidikan Agama pada karakter dan empati, bahasa pada literasi dan AKM, dan PJOK dan Prakarya pada kecakapan hidup dan lingkungan, yang keseluruhannya diintegrasikan pada pembuatan Penilaian dengan menggunakan kaidah - kaidah  soal yang HOTS.

 Bagaimana, gampangkan ?


 

Surabaya, 26/6/2021 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI