Ada Apa Dengan Selamat


Pernyataan :

Catatan ini adalah pendapat pribadi, yang terusik dengan bombardemen ajakan menolak mengucapkan selamat merayakan agama lain, dan juga sebaliknya.

Seorang ustad bahkan harus memvidiokan permintaan maaf karena tidak bisa mengucapkan selamat merayakan hari natal kepada mereka yang merayakannya. Lalu vidio itu di diperjelas oleh seorang ustad lain. Sama. Tak boleh menyampaikan selamat karena bla ... Bla...bla

Meski tak sengaja lihat, terbersit dalam hati, siapa sih dia ? Hingga segitu -  gitunya harus minta maaf karena tak ucapkan selamat natal. Memang ada pengaruh kalau dia mengucapkan, atau tidak sekalipun ?

Hidup dalam keluarga multi agama, selama 48 tahun mengucapkan selamat merayakan hari keagamaan kepada saudara yang lain, Alhamdulillah tak sedikitpun menggoyahkan keyakinan saya.

Saya tak lantas yakin dengan dewa trimurti dalam Agama Hindu saat galungan tiba dan dirayakan oleh pak De dan anak - anaknya di Desa Tarokan, Kabupaten Kediri. Malah mereka yang sering ewuh, merepotkan diri, mempersiapkan jajanan saat menjelang malam Takbiran.

Kepada saudara di Bogor, pun selamat Natal juga meluncur dari jari dan mulut kami. Dan tak sedetikpun merubah keyakinan kami.

Kalau nggak pengen mengucapkan, ya gak usaha aja. Jangan dilabel murtad jika ada yang  mau mengucapkan.

Tak mudah memang. Tapi yo jangan lantas membuat penghakiman semacam itu. Apakah ketika tanda emoticon love dikirim, lantas membuat pengirimnya kafir ?

Siapapun bebas beragama dan beribadah dengan cara apapun, juga merayakannya dengan ritual tertentu. Menghormati dan menyelamatinya dilihat dari sudut manapun, pasti bukan karena kita percaya atas apa yang dirayakannya itu. Yah samalah kalau melihat ada seseorang yang memperoleh nikmat, lalu kita sampaikan...."Selamat ya..!"

Sebuah artikel menarik asal muasal "larangan" mengucapkan selamat natal dari website muhammadiyah bisa menjadi referensi. https://muhammadiyah.or.id/buya-hamka-mui-dan-fatwa-perayaan-natal-bersama-apa-yang-sebenarnya-terjadi/

Gitu aja kok repot...

Penutup

(25/12/2022) Utk kalian yang beragama kristen/katolik, selamat merayakan hari natal ya. @bernadeta, gladys, maximus, reno, hendrika, matius, monika, dll

(25/12/2022) terima kasih Pak Yudi. Semoga sehat selalu..

Indah..

Sby, 25/12/2022

Komentar

  1. Alhamdulilah terima kasih atas Pencerahannya dg menguatkan dg Lnk Muhammadiyah

    BalasHapus
  2. Moderasi agama sudah diterapkan dalam tulisan ini.

    BalasHapus
  3. Setuju untuk tidak menghakimi orang lain yang tak sepemahaman. Saya pribadi memilih diam tak mengucapkan selamat natal saat tante-tante yang Nasrani merayakan natal. Meskipun saat anak-anak saya pernah mengikuti misa dan merayakan paskah.

    BalasHapus
  4. Terimakasih! Tulisan informatif dan memberi pencerahan. Sungguh bermanfaat!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menafsiri dan Mengamalkannya Pancasila Secara Kekinian

Membangkitkan Si Tua dari Kematian

FIXED, JANGAN GUNAKAN MICROSOFT TEAMS DI KOMPUTER JENIS INI