Menyusuri Keindahan Kata, Makna dan Budaya dalam Karya Ayah dan Sirkus Pohon
MENIKMATI CERITA
ROMANTIS KHAS MELAYU DALAM AYAH DAN SIRKUS POHON
Peresensi : Yudi Hermawanto
Tak banyak pengarang yang menyajikan karya -
karya dengan beberapa versi. Pada umumnya, karya yang dihasilkan dalam 1 buku
tebal dengan lebih dari 300 an halaman. Andrea Hirata mencoba berkreasi dengan
menerbitkan beberapa versi dari novel yang dibuatnya. Teknik Abridged ini
dilakukannya untuk memberikan ringkasan, tanpa mengurangi esensi dalam
ceritanya. Sehingga mereka yang kurang menyukai dalam membaca novel - novel
tebalnya akan mempunyai pengalaman yang sama. Trik ini dilakukan untuk mengisi
pasar dengan pembaca baru. Secara mandiri, karya Ayah terdiri dari
396 halaman dan Sirkus Pohon 383 halaman, lalu dalam versi Abridged menjadi
204 halaman.
Novel Ayah mengisahkan perjuangan Sabari
untuk memperjuangkan cintanya kepada sosok Marlena binti Markoni dengan
menjadi rupa - rupa hal . Menjadi pelari, pengibar bendera, penyapu lantai
gedung olahraga, maupun pembuat Puisi handal. Meski terlahir menjadi orang
biasa, tak kaya dan tak tampan, ia mempunyai kesungguhan dalam mewujudkan cita
- citanya.
Sebagai penyair, Andrea Hirata memasukkan karya
puisinya untuk menggambarkan rindu dendam Sabari kepada sang pujaan
hati dengan kata - kata : Waktu Dikejar/waktu menunggu/ Waktu Berlari/
Waktu bersembunyi/ Biarkan aku mencintaimu/ dan biarkan waktu menguji. Puisi
ini menegaskan upaya habis - habisan Sabari untuk memperoleh perhatian Marlena.
Tak mudah memang, untuk memperoleh cinta. Namun ia yakin, suatu saat apabila
Tuhan berhenti menghitung, karena Ia maha Menghitung, maka itulah
takdirnya.
Dalam
saat yang berbeda, Hob, nama beken Sobirin, tokoh Sirkus Pohon, juga tak pernah
lelah berjuang menjemput takdirnya mencintai Dinda, wanita cantik yang
melihatnya secara beda.
Sabari, Sobirin ? Ya, .. tokoh yang dimunculkan
oleh Andrea Hirata mempunyai karakter yang sama, orang yang sabar, karena
benar, bahwa Tuhan bersama orang yang sabar. Kesabaran tokoh - tokoh dalam
Ayah dan Sirkus Pohon memang luar biasa. Sobirin tak pernah berhenti sedikitpun
untuk berharap agar Sirkus Keliling Blasia kembali hidup, menghibur orang
hingga ke pelosok. Juga kembalinya ingatan Dinda pelan – pelan yang konon
dicuri oleh pohon Delima, menguji kesabarannya. Ada pula Kisah Tegar yang salah
mengira dengan belajar ilmu botani tentang vanili, gara - gara wanita
impiannya itu berbau vanili. Padahal Tara, si cantik yang sirkus miliknya
disita Gastori preman kampung Kelumbi, berbau Kenanga.
Kedua
cerita dibangun diatas budaya Melayu Pulau Belitung, yang digambarkan dengan… orang
yang kalau makan selalu berkeringat, namun tidak kalau bekerja. Kebiasan
Ngupi di warung sambil berkomentar bak ahli strategi. Tentang politik,
tentang skandal, bahkan tentang Pohon Delima Sobirin yang diisukan mempunyai
daya mistis luar biasa dalam mengantarkan seseorang menjadi kepala Desa.
Maka, sekali merengkuh dayung, 2 cerita terlampui. Jika anda tak terlalu suka
dengan buku – buku tebal karya Andrea Hirata versi ini sungguh layak dikoleksi
Rekomendasi
Kelebihan buku
Dalam
karya - karyanya, dimulai dari Tetralogi Laskar Pelangi hingga Brianna dan
Bottomwise (2022), Andrea Hirata menyampaikan pesan - pesan kehidupan kepada
pembacanya secara sederhana melalui kata - kata yang mudah dicerna oleh
siapapun. Ciri inilah yang membuat novelnya dikoleksi oleh pembacanya sebagai
sebagai bacaan yang mampu menyebarkan virus filosofis dan puitis khas Melayu,
tanpa embel - embel…”Novel pembangunan jiwa”, atau Novel penggugah lainnya.
“Ingat Boi, dalam Hidup
ini semuanya terjadi tiga kali :
pertama, Aku Mencintai
Ibumu
kedua, Aku Mencintai
Ibumu
ketiga, Aku Mencintai
ibumu “. Kata Sabari kepada anaknya yang sudah besar..
Kekurangan buku ini.
Resiko dari sebuah
ringkasan, maka terasa sekali ketidaknyambungnya. Tokoh – tokoh yang bertebaran
akan sedikit membingungkan pembaca. Sesekali muncul keraguan. Ini tokoh yang
mana ? Mengingat dalam buku ini tidak dipisahkan secara jelas seperti dalam 2
bab yang berbeda.
Maka,
silakan menikmati romantisme Melayu ini, anda akan terbuai.
Bionarasi
perensi
Penulis adalah pecinta buku dan film fiksi. Belum Pe De untuk membuat karya sendiri, namun beberapa antologi pentigraf telah diterbitkan oleh Kampung Pentigraf Indonesia, Prestasi pertamanya adalah saat buku Konseling Di Masa Pandemi (2020) yang berhasil menjadi buku terbaik Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam gelaran Satu Sekolah Satu Buku.
=================================================================
Judul buku : Ayah dan Sirkus Pohon
Penulis: Andrea Hinata
Penerbit: Bentang
Pustaka
Cetakan ke: 1. Tahun: 2020.
Tebal: viii + 194 halaman
ISBN: 978602291942
Harga : Rp. 69.000


Mantap resensinya, pak Yudi. (Abdi)
BalasHapusTerima kasih sdh mampir
HapusMantap sekali, Pak Yudi terbukti sebagai peminat karya Andrea Hirata. Memang benar, saya membaca novel Ayah dalam waktu yang tidak sebentar.
BalasHapusTerima kasih Pak, nambah wawasan saya.
Jauh lebih menarik karya yg terpisah bu. Yang abridged banyak tokoh yg bermunculan membuat bingung. Ini tokoh yng mana. Terima kasih sdh mampir
HapusBetul sekali Bu Mien...
BalasHapusSaya malah masih dalam kemasan...judulnya Orang-orang Biasa...akan saya buat resensi buku 2...Semoga segera terwujud...
Matur nuwun Pak Yudi...sebagai pemantik saya...
Akan lebih mak nyus jika sebelumnya mencicipi Guru Aini bu. Terima kasih telah mampir
HapusYuuhhuuyyy...
BalasHapusSudah merambah membuat resensi buku.... Mantap mas broo...Sukses terus 👍👍