sumber bpip.go.id Awal dirumuskan, Pancasila, sebagaimana dikatakan oleh, Bung Karno , adalah jiwa sesungguhnya dari Bangsa Indonesia. Ia adalah karakter yang secara nativ menempel pada diri orang yang lahir, besar dan bertumbuh di Indonesia. Tindakan yang dilakukan itulah yang kemudian dirangkumnya dalam nama Pancasila. Sebagai falsafah negara, Pancasila selalu ditafsiri dalam bentuk pemahaman idiologis, dengan kalimat yang mengernyitkan kening, terkesan tua, dan kurang up to date. Akibatnya pesan moral yang begitu adiluhung itu tidak tersampaikan secara baik kepada generasi milenial, sehingga kerusakan mental dalam bernegara sudah dimulai sedari dini. Gambaran tentang bobroknya mental di usia muda mudah ditelusuri di kanal you tube, dengan dalih content creator. Sedih sekali, melihat siswi SMP bertarung jalanan dengan rekannya kemudian direkam dan disebarluaskan. Sungguh pula tak terbayangkan bagaimana ...
Komentar
Posting Komentar